Jombang, Kota Kelahiran Ulama dan Cendekiawan Muslim: Menggali Pemikiran Kyai Mustain Romly

Jombang tak hanya dikenal sebagai Kota Santri, tetapi juga sebagai tempat lahirnya banyak ulama dan cendekiawan muslim yang telah memberikan kontribusi besar dalam membangun Indonesia. Salah satu tokoh yang tak bisa dilewatkan dari sejarah kota ini adalah Kyai Mustain Romly, seorang ulama kharismatik yang mampu memadukan politik, pendidikan, dan thoriqoh dalam perjuangannya.

Pemikiran dan kiprah Kyai Mustain Romly tak hanya menjadi inspirasi bagi masyarakat Jombang, tetapi juga menjadi bagian penting dalam perkembangan Islam di Nusantara. Untuk memperkenalkan kembali sosok beliau kepada generasi muda, sebuah acara Bedah Buku “Kyai Mustain Romly” karya Dr. Ali Sukamtono akan digelar di Aula Universitas Darul Ulum Jombang pada Ahad, 12 Januari 2025.

Acara yang akan dimulai pukul 08.30 WIB ini menghadirkan pembicara-pembicara berkompeten. Dr. H. Amir Maliki Abitolkha, M.Ag, Rektor Universitas Darul Ulum, akan membuka acara dengan pidato inspiratif. Selanjutnya, pembahasan buku akan dipimpin oleh dua tokoh ternama: Assoc. Prof. Dr. Aji Dedi Mulawarman, Ketua Dewan Pembina Yayasan Peneleh Jang Oetama, dan Dr. Hj. Qurrotul Ainiyah, M.HI, Wakil Ketua II STIT UW Jombang.

Menghidupkan Kembali Spirit Ke-Nusantaraan
Kyai Mustain Romly bukan hanya seorang ulama, tetapi juga seorang pemikir yang memadukan nilai-nilai agama, pendidikan, dan budaya. Dalam pandangannya, Islam di Indonesia harus dapat bersinergi dengan kearifan lokal untuk menciptakan masyarakat yang seimbang secara intelektual, spiritual, dan sosial. Pemikiran ini relevan di tengah tantangan modernisasi yang sering kali mengesampingkan nilai-nilai tradisional.

Puwanto, Ketua Aktivis Peneleh Regional Jombang, menyampaikan harapannya bahwa acara ini akan menjadi momentum untuk membangkitkan kembali spirit ke-Nusantaraan yang diwariskan oleh para tokoh besar seperti Kyai Mustain Romly.

“Pemikiran beliau adalah contoh nyata bagaimana nilai-nilai agama dapat dijalankan seiring dengan peran dalam kehidupan politik dan pendidikan. Ini adalah kunci untuk membawa Nusantara kembali jaya,” ujar Puwanto.

Menurutnya, Jombang dengan sejarahnya sebagai tempat lahirnya banyak ulama besar harus terus berperan sebagai penjaga dan pengembang pemikiran Islam yang relevan dengan konteks zaman. “Kegiatan seperti ini adalah salah satu cara untuk menjaga api semangat itu tetap menyala,” tambahnya.

Refleksi untuk Generasi Muda
Acara bedah buku ini diharapkan dapat menjadi ruang refleksi bagi generasi muda. Kyai Mustain Romly adalah sosok yang tak hanya berbicara, tetapi juga bertindak dalam memperjuangkan pendidikan yang berlandaskan nilai-nilai Islami dan ke-Nusantaraan.

Dr. Ali Sukamtono, penulis buku tersebut, menekankan bahwa pentingnya mempelajari kiprah Kyai Mustain Romly bukan hanya untuk mengenang sejarah, tetapi juga untuk menemukan solusi atas tantangan modern yang dihadapi umat Islam di Indonesia.

Ajak Masyarakat Hadir
Acara ini terbuka untuk umum dan tanpa biaya pendaftaran. Siapa pun yang ingin mengenal lebih dalam sosok Kyai Mustain Romly dan pemikirannya diundang untuk hadir. Peserta cukup datang langsung dan mendaftar di tempat.

Dengan semangat untuk melestarikan nilai-nilai ke-Nusantaraan yang Islami, acara ini diharapkan menjadi langkah awal menuju kebangkitan kembali peran Jombang sebagai pusat peradaban Islam di Nusantara. Mari bersama-sama menyelami inspirasi dari sosok Kyai Mustain Romly untuk membangun Indonesia yang lebih baik.

Tinggalkan komentar