Makassar – Koordinator Nasional Aktivis Peneleh melakukan kunjungan ke Makassar dalam rangka melakukan Konsolidasi dan Bedah Buku sekaligus dalam rangka Kongres II Aktivis Peneleh dan Penguatan Tjokroisme.
Kunjungan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi antara Aktivis Peneleh dan komunitas intelektual di Makassar. Dalam sesi konsolidasi yang digelar di salah satu pusat kajian strategis kota ini, Koordinator Nasional Aktivis Peneleh menekankan pentingnya gerakan intelektual yang berlandaskan nilai-nilai Islam dan nasionalisme dalam menghadapi tantangan zaman.
“Aktivis Peneleh memiliki tanggung jawab besar dalam mengembangkan pemikiran yang tidak hanya kritis, tetapi juga konstruktif terhadap berbagai permasalahan bangsa. Oleh karena itu, konsolidasi ini menjadi ajang untuk menyamakan visi dan memperkuat langkah perjuangan ke depan,” ujar Koordinator Nasional dalam sambutannya.
Selain konsolidasi, acara ini juga dimeriahkan dengan bedah buku yang menghadirkan pemikir dan akademisi dari berbagai perguruan tinggi di Makassar. Buku yang dibahas dalam forum ini membahas isu-isu strategis terkait peran Islam dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, serta upaya membangun kesadaran sejarah dan kebudayaan di kalangan pemuda.
Diskusi berlangsung interaktif dengan partisipasi aktif dari peserta yang terdiri dari mahasiswa, dosen, dan berbagai elemen masyarakat. Mereka menyoroti berbagai aspek dalam buku yang dianggap relevan dengan kondisi sosial politik saat ini, serta bagaimana Islam dan nilai-nilai kearifan lokal dapat menjadi solusi dalam membangun peradaban yang lebih berkeadilan.
Salah satu peserta, seorang mahasiswa dari Universitas Hasanuddin, mengungkapkan bahwa acara ini memberikan wawasan baru tentang bagaimana Islam dapat diaktualisasikan dalam konteks kebangsaan tanpa kehilangan esensi spiritualnya. “Bedah buku ini membuka mata kami bahwa pemikiran Islam memiliki peran penting dalam membentuk kebijakan publik dan menciptakan tatanan sosial yang lebih harmonis,” ujarnya.
Kunjungan ini diharapkan dapat memperkuat jaringan Aktivis Peneleh di Makassar dan sekitarnya, serta menjadi langkah awal dalam menyebarluaskan gagasan Islam yang berorientasi pada perubahan sosial dan pembangunan bangsa.
Acara ditutup dengan sesi tanya jawab dan rencana tindak lanjut yang melibatkan berbagai pihak untuk terus memperjuangkan nilai-nilai kebenaran dan keadilan dalam berbagai aspek kehidupan bermasyarakat. Aktivis Peneleh menegaskan komitmennya untuk terus mengawal pemikiran Islam dan nasionalisme di tengah arus globalisasi yang semakin kompleks.


Tinggalkan komentar