Lombok Raya – Aktivis Peneleh Regional Lombok kembali menghidupkan semangat perjuangan dengan menggelar Temu Gerakan Aktivis Peneleh Regional Lombok. Acara yang bertajuk “Pelagak Lekong Belah” ini dihadiri oleh puluhan aktivis se-Lombok Raya dan bertujuan untuk memperkuat jaringan gerakan, meningkatkan kapasitas regional, serta merumuskan strategi menjelang Kongres II Aktivis Peneleh yang akan berlangsung pada 13-16 Februari 2025.
Dalam pertemuan ini, berbagai agenda strategis dibahas, mulai dari evaluasi gerakan, penguatan solidaritas antar-aktivis, hingga perencanaan menuju Kongres II. Aktivis Peneleh Regional Lombok menegaskan komitmennya untuk menjadi bagian dari gelombang besar perubahan bagi Indonesia.
Sebagai bagian dari rangkaian acara, forum ini juga mengadakan bedah buku Kita Bukan Bebek yang dibahas langsung oleh salah satu penulisnya, Ahmad Tsiqqif Asyiqulloh, yang juga menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Aktivis Peneleh Nasional. Dalam sesi ini, Ahmad Tsiqqif menegaskan pentingnya konsolidasi yang berkelanjutan dalam perjuangan Aktivis Peneleh.
“Sebagai regional Aktivis Peneleh dengan jumlah aktivis terbesar dibandingkan dengan regional lainnya, semestinya api gerakan yang dinyalakan juga harus semakin besar. Artinya, kualitas Aktivis Peneleh Regional Lombok harus terus meningkat. Kita nantikan dobrakan gerakan terbaru dari Lombok. Ingat, Kita Bukan Bebek! Sampai jumpa di Kongres II Aktivis Peneleh,” ujar Ahmad Tsiqqif dalam sesi bedah bukunya.
Temu Gerakan Aktivis Peneleh Regional Lombok ini sukses menjadi momentum penting bagi pergerakan. Para peserta tidak hanya mendapatkan wawasan baru, tetapi juga memperkuat tekad untuk terus bergerak dalam upaya membangun Indonesia yang lebih baik. Diskusi yang berlangsung selama beberapa jam ini memberikan refleksi mendalam mengenai arah gerakan Aktivis Peneleh ke depan, baik dalam konteks nasional maupun sektoral.
Lalu Alwi, selaku Koordinator Aktivis Peneleh Regional Lombok, menegaskan bahwa forum ini menjadi wadah penting bagi aktivis dalam membaca situasi dan merumuskan langkah strategis gerakan ke depan.
“Forum kali ini menghubungkan dua kegiatan yang memberikan refleksi terkait gerakan dan kolektivitas Aktivis Peneleh, khususnya di regional Lombok Raya. Diharapkan dari semua rangkaian diskusi interaktif ini dapat menghasilkan banyak kesan konstruktif, baik untuk penguatan internal maupun dampak gerakan eksternal. Kehadiran para penggerak dari berbagai wilayah menunjukkan bahwa regional Lombok Raya tetap aktif dan responsif terhadap isu-isu nasional dan sektoral di masa depan,” ungkap Lalu Alwi.
Dengan semangat yang telah dinyalakan kembali melalui forum ini, Aktivis Peneleh Regional Lombok siap melangkah dengan strategi yang lebih matang, menyongsong Kongres II, dan terus menjadi garda terdepan dalam mewujudkan perubahan bagi bangsa dan negara. Gerakan ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi regional lainnya dalam memperkuat barisan perjuangan demi Indonesia yang lebih berdaulat dan berkeadilan.


Tinggalkan komentar