Aktivis Peneleh Se-Madura Raya Sukses Gelar Kelas Menulis Sesi I

Konsolidasi Aktivis Peneleh Se-Madura Raya Sukses menggelar Kelas Menulis Sesi I dengan tema Menulis Penggerak Hijrah. Acara tersebut diikuti oleh 12 orang peserta yang terdiri dari kader Aktivis Peneleh dan Umum.

Kelas Menulis Sesi I ini berjalan dengan lancar dan sangat interaktif dan konstruktif. Peserta kelas menunjukkan semangat yang sangat luar biasa dalam mengikuti seluruh rangkaian kelas. peserta yang bergabung dalam Zoom Meeting berjumlah 15 orang Pemuda Sumenep yang memiliki semangat belajar yang tinggi.

Para peserta antusias dalam kelas menulis Sesi I.

Kelas Menulis merupakan inisiasi yang dilakukan oleh kader Aktivis Peneleh Se-Madura Raya yang lahir atas kegelisahan akan realitas kehidupan di seluruh aspek dan elemen, khususnya pemuda. Perkembangan teknologi yang sangat pesat membuat arus informasi terbuka seluas-luasnya dan tanpa proses filterisasi yang kemudian menyebabkan era saat ini dikenal dengan post-truth era. Sebuah pola kehidupan baru yang membuat informasi menjadi bias dan pemuda adalah korban bahkan aktor dari kebiasan informasi tersebut. Tujuan dari Kelas Menulis ini adalah untuk kembali mengajak pemuda agar kembali menggeluti dunia literasi khususnya menulis agar nantinya dapat lebih arif dalam memilah, memilih, dan memanfaatkan sebaik-baiknya era keterbukaan informasi seperti saat ini.

Pada Kelas Menulis kali ini ditemani langsung oleh Ahmad Tsiqqif Asyiqullah selaku Koordinator Nasional Aktivis Peneleh dan beliau adalah seorang penulis buku “Kita Bukan Bebek” sebuah karya yang mengajak pemuda untuk hijrah.

Gus Tsiqqif sapaan akrab beliau memberikan suguhan materi yang sangat luar biasa. Ia menjelaskan dari mulai hakikat menulis hingga tekhnis memulai sebuah tulisan. Gus Tsiqqif juga menjelaskan secara terminologis dari tema yang diangkat dalam kelas -Menulis Penggerak Hijrah- dalam menjelaskan tema  kepenulisan tersebut, ia menjelaskan bagaimana pentingnya menulis sebagai alat untuk menggerakkan perubahan, Hijrah, kata lainnya.

“Hijrah adalah sebuah prosesi perubahan dari keburukan menjadi kebaikan. Untuk melakukan suatu proses hijrah membutuhkan konsistensi dan disiplinitas. Menulis Penggerak Hijrah artinya sebuah tulisan yang dibuat harus bisa menggugah, menyadarkan, dan menggerakkan pembacanya”. Ujarnya.

Beliau juga menjelaskan sebuah teknis kepenulisan yang sederhana namun efektif untuk dilakukan “ada dua poin dalam membuat tulisan, yaitu menentukan ide pokok dan menyusun kalimat penjelas. Menyusun kalimat penjelas bisa menggunakan teknik parafrase dan aliran rasa yaitu dengan menentukan poin yang akan dibahas, pendapat tentang poin tersebut, serta alirkan rasa pada setiap kata”.

Kelas Menulis Sesi I ini ditutup dengan pemberian tugas oleh Gus Tsiqqif kepada peserta kelas sebagai wujud keseriusan dalam kelas tersebut. Peserta tidak hanya diberikan materi, namun juga harus diakhiri aksi.

Salam Zelfbestuur-Aksi!!!

Tinggalkan komentar