Sebagai bentuk ikhtiar menjaga semangat kebersamaan pasca-Ramadhan, jejaring Aktivis Peneleh menyelenggarakan acara Halal Bihalal Nasional pada Ahad, 13 April 2025 / 14 Syawal 1446 H. Acara ini dilangsungkan secara hybrid, yaitu daring melalui Zoom Meeting dan luring di Sekretariat YPJO, Malang. Dengan mengusung semangat silaturahmi, acara ini menjadi momen reflektif sekaligus penguat solidaritas antaraktivis lintas regional.
Acara dimulai pukul 15.00 WIB, menghadirkan aktivis dari berbagai daerah seperti Blitar, Jombang, Lombok, Makassar, dan kota-kota lain. Meski terbentang jarak geografis, semangat berkumpul dalam satu ruang virtual menjadikan acara ini terasa hangat dan penuh makna.
Halal bihalal kali ini dikemas dengan penuh kreativitas. Salah satu segmen yang paling membekas adalah pembacaan puisi dari Faisal Haq, Aktivis Peneleh Regional Sumenep, dan Kurnia Sabili, Aktivis Peneleh Regional Tulungagung. Puisi-puisi yang dibacakan membawa suasana menjadi reflektif dan menyentuh, mengajak peserta untuk merenungkan kembali nilai perjuangan dan spiritualitas di tengah kehidupan modern.

Tak hanya itu, laporan kondisi dari beberapa regional juga turut disampaikan, seperti dari Regional Lombok dan Regional Makassar, yang menyoroti perkembangan aktivitas lokal, tantangan yang dihadapi, dan harapan ke depan.
“Kami di Makassar terus berikhtiar memperluas jangkauan gerakan, walau banyak keterbatasan. Tapi semangat teman-teman di daerah lain sangat menyemangati kami,” ungkap Fachrizal Ube, Ketua Regional Makassar.
Sebagai bentuk apresiasi dan semangat berbagi, Penerbit Peneleh juga menghadirkan kejutan berupa buku gratis bagi para peserta yang menjawab kuis. Momen ini disambut antusias dan menjadi penutup manis dari keseluruhan acara. Di akhir sesi, seluruh peserta ber-doa bersama, di pimpin oleh Nasruddin Latif selaku anggota Peneleh Research Institute.
Melalui kegiatan ini, diharapkan sinergi antar Aktivis Peneleh di berbagai daerah semakin erat, serta memperkuat visi bersama dalam membangun Indonesia melalui jalan suci Nusantara, Tjokroisme.


Tinggalkan komentar