Rabu, 4 Juni 2025 — Suasana hangat menyelimuti Gedung Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia ketika perwakilan Yayasan Peneleh Jang Oetama hadir dalam agenda audiensi resmi bersama Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, dan jajaran kementerian. Pertemuan ini menjadi langkah strategis untuk mendorong rekognisi terhadap Rekomendasi Kebudayaan “Basic Practice” dalam ranah pendidikan dan sains di Indonesia.
Turut hadir dalam audiensi tersebut : Fadli Zon, Menteri Kebudayaan Republik Indonesia Aji Dedi Mulawarman, Ketua Dewan Pembina Yayasan Peneleh Jang Oetama Ari Kamayanti, Ketua Yayasan Peneleh Jang Oetama, dan Ahmad Tsiqqif Asyiqulloh, selaku Koordinator Nasional Aktivis Peneleh.

Pertemuan ini digelar sebagai bentuk keseriusan Yayasan Peneleh Jang Oetama dalam mendukung amanat konstitusi, khususnya UUD 1945 Pasal 32 ayat 1, yang menegaskan pentingnya negara memajukan kebudayaan nasional.
Audiensi diawali dengan sambutan hangat dari pihak Kementerian. Kemudian, Ketua Yayasan Peneleh Jang Oetama, Ari Kamayanti, memaparkan visi dan kiprah organisasi, termasuk pengenalan Paradigma Nusantara serta rekomendasi kebudayaan yang selama ini dikembangkan yayasan Peneleh Jang Oetama sebagai bentuk kontribusi nyata bagi kemajuan bangsa, khususnya bentuk kepedulian terhadap budaya Indonesia yang perlu di perhatikan keaslian nilai-nilainya.
Menteri Kebudayaan, Fadli Zon merespons positif pemaparan tersebut dengan menyatakan:
“Untuk rekognisi ini kami terima. Karena tentunya kita akan selalu dukung kegiatan-kegiatan tersebut dalam meningkatkan Pemajuan Kebudayaan.”

Tak hanya itu, Aji Dedi Mulawarman, selaku Ketua Dewan Pembina Yayasan Peneleh Jang Oetama turut menyampaikan latar belakang hadirnya Yayasan Peneleh Jang Oetama yang diinspirasi oleh semangat juang HOS Tjokroaminoto, tokoh bangsa yang menjadi simbol keteladanan dan pergerakan-kebangsaan.
Sebagai penutup, sesi audiensi ditandai dengan pertukaran cinderamata, yakni buku-buku bertema kebudayaan Nusantara yang menjadi bagian dari dokumentasi intelektual Yayasan Peneleh Jang Oetama.

Yayasan Peneleh Jang Oetama terus berkomitmen untuk menjadikan nilai-nilai budaya sebagai fondasi utama dalam proses pendidikan dan pengembangan sains, yakni sebuah langkah konkret menuju Indonesia yang lebih berbudaya secara kultural dan berpijak pada jati diri bangsa.


Tinggalkan komentar