— Pernyataan sikap Aktivis Peneleh terhadap situasi dan kondisi yang semakin hari semakin carut marut di berbagai daerah.
Bismillahirrahmanirrahim
Berdasar situasi dan kondisi kebangsaan yang terjadi di berbagai daerah, meliputi kasus kekacauan aksi massa dan juga ketidak-adilan atas kebijakan yang terjadi, Pengurus Pusat Aktivis Peneleh menyatakan pernyataan sikap sebagai berikut:
1. Kami turut berduka cita sedalam-dalamnya atas syahidnya Affan Kurniawan, atas konflik yang terjadi di Jakarta. Begitu pun duka cita mendalam terhadap para korban aksi massa yang terjadi berbagai daerah lainnya. Bagi kami, satu nyawa bukanlah hal yang patut diacuhkan untuk dibiarkan begitu saja. Kasus ini harus diusut tuntas dan dipertanggung jawabkan oleh pemerintah beserta aparat.
2. Teruntuk para elit politik, khususnya Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) agar benar-benar sadar atas apa yang terjadi. Banyak aspirasi masyarakat yang harus didengar. Perkembangan gelombang keresahan masyarakat harus menjadi introspeksi DPR, khususnya terkait persoalan pajak yang dirasa kian menjerat di tengah berita meningkatnya tunjangan dan gaji DPR. Aktivis Peneleh mendorong gerakan kembali ke sistem Syuro, bukan demokrasi liberal.
3. Para aparatur pemerintahan, seperti POLRI harus me-reformasi kinerja secara totalitas. Bukan hanya kasus yang menimpa Affan Kurniawan untuk dipertanggung jawabkan. Integritas kepolisian, harus di-evaluasi secara konkrit, khususnya terkait kebijakan pengamanan, pengayoman, serta penertiban publik, secara netral. Kami mendesak Presiden Prabowo untuk turunkan jabatan Kapolri dan Kapolda di daerah yang menunjukkan kelalaian bertugas.
4. Untuk para Aktivis Peneleh di berbagai regional di seluruh Indonesia, tetaplah berjuang dan jangan ‘tumbang di jalan.’ Dipersilakan berbaur dengan gelombang massa sesuai aliansi masing-masing untuk menyuarakan kebenaran.
5. Tandhim Aktivis Peneleh, sebagai rekomendasi kebangsaan harus diimplementasikan sebagai solusi atas kekacauan yang terjadi di Indonesia.
Lā Haula Wala Quwwata Illa Billah
Billahi fi sabilil haq
‘Isy Kariman Aumut Syahidan



Tinggalkan komentar