Konsolidasi Darurat Aksi: “Indonesia Chaos, Salah Siapa?”

Aktivis Peneleh bersama berbagai organisasi mahasiswa dan pemuda menggelar forum Konsolidasi Darurat Aksi secara daring. Forum ini membahas eskalasi aksi massa dan kerusuhan di berbagai daerah pasca 25 Agustus 2025, serta merumuskan langkah strategis meredam ketegangan nasional.

Acara ini disambut oleh Koordinator Nasional Aktivis Peneleh Ahmad Tsiqqif ‘Asyiqulloh, yang menekankan pentingnya persatuan lintas organisasi dan fokus pada solusi, bukan sekadar mencari pihak yang bersalah. “Forum ini harus menjadi ruang merumuskan gagasan solutif, membangun persaudaraan, dan menguatkan nalar kritis,” ujarnya.

Isu Utama yang Dibahas

  1. Situasi Politik dan Gerakan Mahasiswa
    • Ketua Umum LMND, Muhammad Isnain Mukadar, memaparkan analisis geopolitik dan pembelahan gerakan mahasiswa ke dua arus besar: progresif dan liberal. LMND mendukung program kebijakan progresif pemerintah namun tetap mengkritisi oligarki, imperialisme, dan birokrasi korup.
    • Ia menilai kerusuhan di berbagai kota merupakan dampak tarik-menarik kepentingan elit dan kekuatan asing.
  2. Tuntutan Mahasiswa dan Kritik Kebijakan
    • Salman Al-Farisi (KAMMI) menyoroti tuntutan “17+8” yang muncul dari aksi 25 Agustus, menilai banyak poin tidak menyentuh eksekutif dan mencerminkan permainan politik elit. Ia mendorong kritik konstruktif dan dukungan pada kebijakan pro-rakyat.
  3. Sikap GMNI
    • Melisa (GMNI) menegaskan lima tuntutan utama: penolakan kekerasan aparat, pembentukan tim investigasi independen, DPR aktif menyuarakan rakyat, percepatan pembahasan RUU prioritas (PPRT, masyarakat adat, dll.), dan kebijakan ekonomi yang pro rakyat. GMNI menekankan perlunya kolaborasi semua pihak menjaga demokrasi dan keadilan.
  4. Perspektif Aktivis Peneleh
    • Ibnu Syifa, Sekjen Aktivis Peneleh, menyoroti krisis moral bangsa yang ia sebut “mental AMOR” (Agnostik, Materialistik, Oportunis, Rasionalistik). Ia menawarkan ideologi Tjokroisme dan nilai-nilai Nusantara sebagai solusi membangun gerakan intelektual yang solid dan berbasis moral.

Kesimpulan Forum

Forum sepakat bahwa krisis nasional saat ini adalah tanggung jawab bersama, bukan semata-mata salah satu pihak. Peserta mendorong:

  • Perkuat basis gerakan mahasiswa dan pemuda. Dari segi ideologisasi dalam kaderisasi.
  • Penegakan hukum terhadap provokator dan aparat yang melanggar.
  • Percepatan reformasi kebijakan ekonomi dan RUU strategis.
  • Penciptaan ruang diskursus intelektual dan media alternatif untuk mengimbangi dominasi narasi elit politik.

Konsolidasi ini dihadiri perwakilan LMND, GMNI, KAMMI, Aktivis Peneleh, dan berbagai elemen mahasiswa dari berbagai daerah. Forum berkomitmen melanjutkan konsolidasi lintas organisasi untuk menjaga stabilitas nasional dan memperjuangkan hak rakyat.

Tinggalkan komentar