Koordinator Nasional Sebut Sekolah Aktivis Peneleh (SAP) Jadi Tonggak Kemandirian Kaderisasi Regional

Lombok Timur — Aktivis Peneleh Regional Lombok resmi mengawali penyelenggaraan Sekolah Aktivis Peneleh (SAP) sebagai wujud kemandirian kaderisasi di tingkat regional. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk implementasi kebijakan baru Aktivis Peneleh yang memberi ruang bagi regional untuk mengelola proses pengkaderan secara langsung, mudah dijangkau, dan kontekstual dengan wilayah masing-masing.

Sekolah Aktivis Peneleh (SAP) dinilai sebagai model kaderisasi yang lebih inklusif karena dapat dilaksanakan langsung oleh aktivis di daerah, tanpa harus menunggu agenda nasional. Aktivis Peneleh Regional Lombok menjadi regional pertama pada periode ini yang berhasil merealisasikan kebijakan tersebut.

Koordinator Nasional Aktivis Peneleh, Ahmad Tsiqqif Asyiqulloh, menjelaskan bahwa sebelumnya jalur utama kaderisasi Aktivis Peneleh adalah DIKSARNAS (Pendidikan Dasar Nasional) yang diselenggarakan di berbagai daerah. Namun, pengurus pusat menilai perlu adanya penguatan kaderisasi berbasis regional.

“Sebelumnya memang, jalur awal kaderisasi di Aktivis Peneleh yakni DIKSARNAS. Kita sediakan DIKSARNAS di berbagai daerah. Namun, menimbang satu dan lain hal, kami—pengurus pusat, red—membuat kebijakan agar regional bisa mandiri kaderisasi, yakni Sekolah Aktivis Peneleh di tingkat regional-regional,” ujar Ahmad Tsiqqif Asyiqulloh saat dimintai keterangan terkait pelaksanaan SAP.

Ia menambahkan, dalam skema SAP regional ini, seluruh proses—mulai dari penyelenggaraan, kepanitiaan, hingga narasumber—ditangani langsung oleh aktivis di regional masing-masing.

“SAP Regional Lombok jadi pembuktian. Penyelenggaraannya mandiri dari mereka. Mereka—Aktivis Peneleh Regional Lombok, red—berhasil melaksanakannya. Awalnya memang berat. Namun ketika diproses penyelenggaraan, semuanya belajar langsung tentang proses mendidik atau mengkader,” lanjutnya.

Sekolah Aktivis Peneleh sendiri bukanlah hal baru dalam tradisi kaderisasi Aktivis Peneleh. Pada periode-periode sebelumnya, SAP sempat diselenggarakan di berbagai regional. Namun, seiring berjalannya waktu dan adanya perubahan kebijakan organisasi, SAP sempat ditiadakan. Pada periode kepengurusan Ahmad Tsiqqif Asyiqulloh bersama Pengurus Pusat dalam Kabinet Prawireng Djoerit, SAP kembali dihidupkan sebagai bagian dari strategi penguatan kaderisasi.

Ke depan, Aktivis Peneleh berencana memperluas pelaksanaan SAP di berbagai daerah di Indonesia.“Insyaa Allah bulan depan, di Januari 2026, kita usahakan menjadi bulan kaderisasi di berbagai regional. Bagi yang ingin bergabung dengan Aktivis Peneleh, bisa mengikuti SAP. Kita akan informasikan lebih lanjut terkait linimasa kaderisasi SAP di masing-masing daerah,” tutup Ahmad Tsiqqif Asyiqulloh.

Penyelenggaraan SAP Regional Lombok ini diharapkan menjadi pemantik semangat bagi regional-regional lain untuk mengembangkan kaderisasi yang mandiri, berkelanjutan, dan tetap berakar pada nilai-nilai perjuangan Aktivis Peneleh.

Tinggalkan komentar