Sekolah Aktivis Peneleh Regional Lombok Digelar, Tekankan Spirit Tjokroisme dan Kaderisasi Berkelanjutan

Lombok Timur — Aktivis Peneleh Regional Lombok sukses menyelenggarakan Sekolah Aktivis Peneleh (SAP) Regional Lombok yang berlangsung selama tiga hari, 16–18 Desember 2025, bertempat di Aula MTs NW, Yayasan Pondok Pesantren Sagghafusshalih, Lenek Lauk, Lombok Timur.

Kegiatan kaderisasi ini diikuti oleh peserta dari berbagai daerah di wilayah Lombok Raya, sebagai bagian dari upaya memperkuat basis kader ideologis Aktivis Peneleh di tingkat regional.

SAP Regional Lombok secara resmi dibuka oleh Koordinator Nasional Aktivis Peneleh, Ahmad Tsiqqif Asyiqulloh, yang hadir langsung memberikan sambutan sekaligus membuka rangkaian kegiatan.

Dalam sambutannya, Ahmad Tsiqqif menegaskan bahwa Sekolah Aktivis Peneleh merupakan ruang pembelajaran kolektif untuk menumbuhkan semangat juang dan kesadaran ideologis kader.

“Adanya Sekolah Aktivis Peneleh (SAP) Regional Lombok ini, agar kita saling belajar semangat juang HOS Tjokroaminoto. Terlebih mengenal lebih dalam tentang Tjokroisme. Selama acara ini, harapannya teman-teman sekalian untuk belajar banyak hal, dan menemukan jati dirinya,” ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa SAP bukanlah titik akhir proses kaderisasi, melainkan gerbang awal menuju jenjang perjuangan yang lebih luas.

“Ini bukanlah akhir dari proses kalian sebagai Aktivis Peneleh. Ini adalah awal dan tanpa akhir. Karena namanya proses itu tak mengenal akhir. Khususnya, kami tunggu kalian di jenjang kaderisasi berikutnya, kami tunggu di arena DIKSARNAS,” tegasnya saat penutupan kegiatan.

Sementara itu, Koordinator Aktivis Peneleh Regional Lombok, Yami Aswinda, menyampaikan bahwa pelaksanaan SAP menjadi bentuk keseriusan regional Lombok dalam menyiapkan kader yang matang secara ideologis dan organisatoris.

“Untuk SAP alhamdulillah kami—Aktivis Peneleh Regional Lombok—bisa laksanakan. Kaderisasi ini sebagai persiapan dan kesiapan para peserta untuk lanjut di tingkat kaderisasi-kaderisasi berikutnya. Insya Allah para peserta SAP ini akan lebih siap untuk DIKSARNAS,” ungkapnya.

Pada akhir kegiatan, Yami Aswinda memimpin pembacaan ikrar Aktivis Peneleh yang diikuti oleh seluruh peserta. Momen tersebut menandai secara simbolik bergabungnya para peserta sebagai bagian dari keluarga besar Aktivis Peneleh Regional Lombok.

“Selamat untuk kalian, kini kalian juga menjadi bagian dari Aktivis Peneleh Regional Lombok,” ucapnya.

Melalui Sekolah Aktivis Peneleh, Aktivis Peneleh menegaskan komitmennya dalam membangun kader yang tidak hanya aktif secara organisatoris, tetapi juga memiliki kesadaran ideologis, keberpihakan sosial, serta semangat perjuangan sebagaimana diwariskan oleh HOS Tjokroaminoto.

Tinggalkan komentar